My Blog List

Pages

Labels

Followers

Labels

Labels

Senin, 24 Oktober 2022

Lean Model Canvas




PENGERTIAN

Lean canvas adalah sebuah tools pemodelan bisnis yang berguna dalam membantu pemilik atau manajer bisnis mengubah ide-ide menjadi poin-poin perencanaan bisnis. Hal ini memungkinkan setiap stakeholder dan karyawan perusahaan menyadari tujuan dan target sekaligus risiko dan ancaman dari setiap rencana.

Lean canvas menempatkan semua informasi yang di butuhkan untuk divisualisasikan dan dianalisis bersama dalam satu tampilan. Sehingga, tujuan sekaligus manfaat penyusunan lean canvas adalah untuk “menerjemahkan” pemikiran ide bisnis ke dalam bentuk kata-kata sederhana dan mudah di mengerti. Serta mengefisiensikan waktu, tenaga, biaya, dan proses kerja yang di butuhkan dalam perencanaan bisnis. Dengan kata lain, metode ini memungkinkan para pemilik bisnis dapat menguji hipotesis mereka dengan lebih jelas dan cepat.

Perbedaan Lean Canvas dan Business Model Canvas 

 lean canvas berfokus pada hubungan antara pelanggan dengan masalah dan solusi. Sedangkan business model canvas berfokus pada perencanaan bisnis dari sudut pandang strategis. 

Selain itu, dalam praktiknya, perbedaan di antara kedua tools tersebut terdapat pada empat elemen yang Maurya modifikasi dari BMC. Di antaranya adalah problem, solution, key metrics, dan unfair advantage. Keempat elemen tersebut menggantikan empat elemen BMC yaitu customer relationship, key partners, key activities, dan key resources. 

Dengan keempat elemen baru tersebut, lean canvas menjadi tools yang lebih user-friendly atau tidak membutuhkan penjelasan rumit. Walaupun perubahan “kecil” ini akan mengubah seluruh pemahaman tentang model bisnis. 

Elemen atau Komponen Lean Canvas Hampir sama seperti dalam pembuatan business model canvas, lean canvas terdiri dari sembilan elemen. Namun, kesembilan elemen tersebut memiliki istilah dan tujuan yang dimodifikasi yang mana mengurutkan proses bisnis (business process mapping), umumnya dimulai dari masalah pelanggan (customer pain point).





Fungsi Lean Canvas


Ada berbagai manfaat menggunakan model lean canvas untuk merencanakan ide bisnis, baik berdasarkan keunggulannya sendiri maupun jika dibandingkan dengan Model Bisnis Kanvas.

Pertama, Metode ini dirancang untuk semua pengusaha. Seperti versi lain dari Business Model Canvas yang telah diadaptasi untuk ceruk yang berbeda, ini telah dipetakan dengan mempertimbangkan wirausahawan. Contoh yang digunakan untuk Business Model Canvas saat dirilis adalah semua bisnis yang sudah ada dan sukses, sehingga sulit untuk diterapkan ke ide bisnis baru.

Dengan lean canvas, wirausahawan dapat fokus untuk mengidentifikasi masalah dan solusi. Ini dirancang untuk bekerja untuk pola pikir pemula dan membantu wirausahawan membangun ide mereka.

Menjadikan Unfair Advantage atau sebagai bagian dari kanvas memungkinkan wirausahawan memastikan mereka memiliki sesuatu yang akan membantu mereka menonjol.

Mereka tidak hanya akan memiliki proposisi nilai unik, tetapi mereka akan mengidentifikasi satu hal yang tidak dapat dilakukan oleh merek lain dengan cara yang persis sama seperti yang mereka lakukan.

Lembar dan kotak terbatas dari Lean Canvas mudah dipahami, dan mendorong wirausahawan untuk berpikir dengan cermat.

Hanya ada begitu banyak ruang untuk digunakan, yang berarti sangat penting untuk meringkas poin-poin utama menjadi informasi yang paling penting.

Ini mengakui bahwa rencana bisnis adalah untuk pengusaha dan jarang ditampilkan kepada orang lain. Tidak perlu terlalu mendetail ketika intinya adalah membahas hal-hal utama yang penting saat membuat rencana bisnis.

Contoh dan Komoponen dalam Lean Canvas


lean canvas gambar


1. Masalah (Problem)

Setiap segmen pelanggan (Costumer Segments / CS) yang ingin tangani akan memiliki serangkaian masalah yang perlu mereka pecahkan. Dalam kotak ini coba daftar satu hingga tiga masalah prioritas tinggi yang dimiliki segmen pelanggan. Tanpa masalah untuk dipecahkan,  tidak memiliki produk / layanan untuk ditawarkan.

2. Segmen Pelanggan (Customer Segments)

Masalah dan Segmen Pelanggan dapat dilihat sebagai terhubung secara intrinsik – tanpa segmen pelanggan dalam pikiran tidak dapat memikirkan masalah mereka, dan sebaliknya.

3. Proposisi Nilai Unik (Unique Value Proposition)

Di tengah kanvas adalah UVP. Proposisi nilai adalah janji nilai yang akan disampaikan. Itu alasan utama prospek harus membeli dari konsumen.

4. Solusi (Solution)

Menemukan solusi untuk masalah ini adalah intinya! Anda tidak akan mendapatkan ini sejak awal, namun hal itu tidak apa apa.

Yang perlu Anda lakukan adalah Get Out The Building – ungkapan yang diciptakan oleh, Steve Blanks. Solusinya tidak ada di kantor Anda, melainkan di jalanan. Jadi, wawancarai segmen pelanggan Anda, ajukan pertanyaan kepada mereka, dan terimalah pembelajaran tersebut. Ingat, Lean Startup divalidasi pembelajaran melalui siklus Build – Measure – Learn yang berkelanjutan.

5. Saluran (Channels)

Saluran adalah cara Anda menjangkau segmen pelanggan Anda. Dan ingatlah bahwa pada tahap awal, penting untuk tidak memikirkan skala, tetapi fokus pada pembelajaran.

Dengan mengingat hal itu, coba pikirkan saluran mana yang akan memberi Anda akses yang cukup ke segmen pelanggan Anda sekaligus memberi Anda pembelajaran yang cukup.

Saluran dapat berupa email, sosial, iklan BPK, blog, artikel, pameran dagang, radio & TV, webinar dll. Dan BTW Anda tidak harus berada di semuanya, hanya di tempat segmen pelanggan Anda berada.

6. Arus Pendapatan (Revenue Streams)

Bagaimana Anda menentukan harga bisnis Anda akan bergantung pada jenis modelnya, namun, sangat umum bagi perusahaan rintisan untuk menurunkan biaya, bahkan menawarkannya secara gratis untuk mendapatkan daya tarik, namun, ini dapat menimbulkan beberapa masalah.

Kuncinya adalah itu sebenarnya menunda / menghindari validasi. Mendorong orang untuk mendaftar sesuatu secara gratis jauh berbeda dengan meminta mereka membayar. Ada juga gagasan tentang nilai yang dirasakan.

7. Struktur Biaya (Cost Structure)

Di sini Anda harus membuat daftar semua biaya operasional untuk membawa bisnis ini ke pasar. Berapa biaya untuk membangun / landing page? Berapa tingkat pembakaran Anda – total biaya operasional bulanan Anda? Berapa biaya untuk mewawancarai segmen pelanggan Anda? Berapa biaya makalah riset pasar? dll.

8. Metrik Utama (Key Metrics)

Setiap bisnis, apa pun industri atau ukurannya, akan memiliki beberapa metrik utama yang digunakan untuk memantau kinerja.

Cara terbaik untuk membantu hal ini adalah dengan memvisualisasikan bagian atas corong yang mengalir dari bagian atas terbuka yang besar, melalui beberapa tahapan ke ujung sempit.

9. Keuntungan Tidak Adil (Unfair Advantage)

Poin ini yang paling sulit untuk dijawab. Namun, cobalah untuk memikirkan hal ini karena memiliki keuntungan yang tidak adil dapat membantu ketika mencari mitra & investor.

Kesimpulan

Sebagai Pemilik bisnis, adalah tugas Anda untuk menuangkan ide dari kepala Anda ke atas kertas sehingga orang lain dapat melihat dan membantu membangun solusi masalah.

Rencana bisnis tradisional tidak relevan dalam tahap ideation, mereka memakan banyak waktu dan biasanya dibuat tanpa pembelajaran yang divalidasi. Rencana bisnis lebih cocok untuk setelah Anda menjalankan bisnis dan ingin meningkatkan skala.

Minggu, 16 Oktober 2022

Proporsi Nilai Pelanggan

pada artikel sebelumnya yang berjudul  STP : Segmentation Targeting Positioning 

selanjutnya yang di bahas adalah “Proporsi Nilai Pelanggan” atau Customer value proposition


Customer value proposition adalah salah satu elemen penting dalam bisnis yang tidak boleh terlewatkan. Value proposition adalah sebuah dorongan agar pelanggan memilih produk dan layanan kita daripada yang lain.



 

Pengertian Customer Value Proposition

Menurut Investopedia, value proposition atau proposisi nilai  adalah suatu nilai yang perusahaan janjikan untuk diberikan kepada pelanggan saat mereka membeli atau menggunakan produk dan layanan mereka.

Untuk mengoptimalkan konversi penjualan, perusahaan harus membuat value proposisi yang meyakinkan sekaligus bisa dipertanggungjawabkan agar calon pelanggan tidak ragu dalam menggunakan produknya.

Sedangkan menurut CFI, value proposition adalah cara ampuh untuk mendorong penjualan dan juga meningkatkan customer loyalty. Value proposition bukan sekedar tagline, meski keduanya sekilas mirip.

Sebaliknya, value proposition dibuat dengan pernyataan yang lebih singkat dan jelas mengenai manfaat yang pelanggan peroleh saat menggunakan produk. Sedangkan tagline memang idealnya dikemas semenarik mungkin dengan kalimat lugas agar mudah dikenal pelanggan.

Tagline jarang menyampaikan manfaat dari produk secara jelas. Sedangkan value proposition harus bisa menunjukkan manfaat agar pelanggan tertarik mencoba sebuah produk.

Itulah mengapa value proposition ini biasanya diletakkan di beranda website. Dengan begitu, saat pelanggan mengakses website Anda, mereka dapat dengan mudah menemukan dorongan untuk segera menyelesaikan transaksi di situs Anda.

Secara sederhana, proposisi nilai bisa merupakan harga yang murah, pengiriman tepat waktu, kualitas produk dan layanan, pembayaran fleksibel dan lain sebagainya.

Kriteria Umum dalam Value Proposisi

Sebelum membuat value proposition, penting untuk kita memahami apa saja kriteria umum atau unsur- unsur dalam value proposition ini

Buyer Persona

Buyer persona adalah representasi atau gambaran dari pelanggan rata- rata yang kita miliki, yang bisa kita peroleh dari riset yang mendalam. Dengan mengenali mereka, akan mudah untuk kita merumuskan customer value propositionCara membuat buyer persona

Pain

yaitu pengalaman negatif dan resiko yang calon pelanggan alami berkaitan dengan produk dan layanan serupa. Kita perlu mengenali bagaimana produk dan layanan yang kita berikan bisa mengurangi pain mereka.

Gains

adalah keuntungan yang pelanggan harapkan. Kira- kira apa saja yang bisa membuat pelanggan puas dengan produk dan layanan kita? Apakah ada hal- hal lain yang bisa meningkatkan value pelanggan?

Produk dan Layanan

Produk apa yang kita tawarkan pada calon pelanggan? Apakah produk tersebut adalah jawaban atas masalah yang calon pelanggan kita hadapi?

Selain itu, kita perlu mengenali juga fitur yang dimiliki oleh produk dan layanan kita, serta apa saja unique selling point (USP) yang dimiliki.

USP produk dan layanan harus dapat menciptakan gains dan mengurangi pains, serta menciptakan value untuk calon pelanggan. Jika tidak akan mudah untuk mereka berpindah ke merek yang lain.

Penetapan Harga

Strategi harga bisa mempengaruhi nilai penawaran Anda kepada pelanggan. Anda perlu memperhatikan apakah harga produk terlalu tinggi, atau bahkan terlalu rendah untuk segmen pasar yang kita bidik.

Value Map

Value adalah nilai dari produk yang kita tawarkan. Ini bisa mempunyai makna yang luas dalam pemasaran dan melibatkan banyak hal.

Misalnya saja, ada value tertentu yang membuat seorang wanita rela membelanjakan jutaan rupiah hanya untuk item fashion tertentu. Item fashion ini mungkin terlihat sama seperti merek lain dengan harga yang jauh di bawahnya

Cara Membuat Value Proposition

Nah, ini mungkin bagian yang paling Anda tunggu- tunggu. Mari kita simak bersama langkah- langkah dalam membuat value proposition ini :

1. Ketahui Visi dan Misi Perusahaan

Untuk membuat proposisi nilai yang efektif, Anda perlu mengidentifikasi visi dan misi perusahaan lebih dulu. Ketahui apa sebenarnya alasan dari berdirinya perusahaan, dan apa tujuan bisnis saat ini dan di masa depan.

Dengan mengenali visi dan misi, akan lebih mudah menciptakan customer value proposition (CVP) yang kuat, sesuai dengan identitas perusahaan.

2. Analisa Target Market

Value proposisi tidak bisa kita buat tanpa mengenali target market atau segmen bisnis kita. Jadi langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menganalisa target audiens kita lebih dulu, baru beranjak ke langkah selanjutnya.

3. Need & Want untuk Pain Reliever

Menggali need & want berkaitan erat dengan pain relievers. Pain relievers adalah tentang bagaimana produk dan layanan yang kita tawarkan bisa menyelesaikan pengalaman negatif atau resiko yang pernah dialami oleh pelanggan.

Need & want bisa dikombinasikan untuk mengobati pengalaman negatif pelanggan tersebut.

4. Benefit Produk dan Layanan (Gain Creators)

Fitur penting, tapi jangan sampai lupa untuk menonjolkan keunggulan dan manfaat produk. Produk yang mempunyai banyak manfaat dapat bernilai lebih tinggi, begitu juga sebaliknya.

5 Apa yang Membuat Anda Berbeda dari Pesaing

Kita tidak pernah sendiri dalam persaingan. Bahkan, kita akan menemukan banyak pesaing dengan target dan segmen yang sama persis.

Saat pelanggan menemukan produk kita, bersamaan dengan itu mereka juga mendapatkan banyak opsi lain dari pesaing. Tentu kita harus membuat diri kita tampak berbeda dan lebih baik di mata calon pelanggan. 

6. Layanan Purna Jual

Bukan hanya menjual produk, tapi Anda perlu menerapkan layanan purna jual (after sales) yang baik untuk pelanggan. Pelanggan yang sudah membeli adalah aset. Jangan biarkan mereka pergi dengan mudah setelah Anda bersusah payah mengakuisisi mereka.

Untuk mempermudah membuat value proposition ini, Anda bisa menggunakan metode canvas seperti contoh berikut ini :

Canvas Customer Value Proposition

Kesimpulan

Value proposition adalah bagian penting dari bisnis. Dengan ‘menjual value’ kepada pelanggan, akan lebih mudah mendorong mereka yang sudah melihat produk kita untuk memantapkan diri dalam membuat keputusan pembelian.


Senin, 10 Oktober 2022

STP : Segmentation Targeting Positioning

 

Mengenal STP Marketing

STP adalah segmenting, targeting, dan positioning, suatu strategi pemasaran untuk menentukan bagaimana pengoperasian sebuah bisnis. Seperti penamaannya, ada tiga langkah dasar yang perlu Anda lakukan saat menggunakan strategi ini: mengidentifikasi segmen, menganalisis target pasar, dan mencari posisi tepat untuk menjalankan arah pemasaran bisnis.

Mari simak satu per satu pembahasan ketiga komponen pemasaran ini.

Segmenting



Segmentasi pasar mengacu pada rangkaian tindakan mengklasifikasikan pasar ke dalam kelompok sesuai kategori. Proses membagi pasar menjadi bagian lebih kecil biasanya mengikuti karakteristik dengan nilai tertentu. Dengan begitu, aktivitas pemasaran dapat berjalan sesuai rencana dan mencapai hasil maksimal, baik untuk produsen maupun konsumen.

Perlu Anda perhatikan, segmentasi pasar mempunyai beberapa variabel penting. Sebut saja, aspek psikografis dan demografis, hingga perilaku konsumen. Anda harus memperhitungkan siapa segmen pasar dengan membaginya dalam kelompok umur, pendapatan, pendidikan, jenis kelamin, atau ras. 

Sementara, aspek psikografis membantu Anda mengelompokkan pasar sesuai kelas sosial, kepribadian, hingga gaya hidup. Kemudian, aspek perilaku memberikan gambaran bagaimana tingkah laku konsumen, cara pemakaian produk, serta loyalitas terhadap suatu brand. Langkah ini membantu Anda mengenali pasar yang masuk kategori user dan non user untuk produk Anda.

Targeting

Komponen kedua STP adalah targeting, yaitu bagaimana Anda menetapkan target pasar yang hendak disasar. Pada tahap ini Anda akan menilai minat dan ketertarikan berbagai segmen pasar untuk kemudian menentukan segmen pasar yang ditargetkan. Dalam melakukan targeting, Anda bisa mencoba empat strategi, yaitu:

Undifferentiated targeting strategy

Perusahaan hanya bisa mengoptimalkan produksi, distribusi, dan periklanan untuk membangun citra positif di mata konsumen karena produk yang ditawarkan bermain di pasar besar dengan kebutuhan serupa.  

Differentiated targeting strategy

Perusahaan memproduksi aneka produk dengan kekhasan masing-masing serta menawarkan beberapa jenis produk tersebut mengikuti permintaan pasar.

Concentrated targeting strategy

Perusahaan cukup fokus pada suatu produk tertentu guna mengisi satu segmen yang dipandang memiliki peluang pasar paling tinggi.

Custom targeting strategy

Strategi ini mengandalkan pendekatan konsumen yang bersifat individual.

Positioning

Komponen ketiga STP adalah positioning atau tindakan menempatkan posisi produk dalam kompetisi bisnis. Pengembangan strategi ini penting karena berpengaruh pada bagaimana penilaian segmen pasar tertentu terhadap sebuah produk atau jasa. Dalam positioning Anda perlu menekankan perbedaan produk tersebut dibandingkan kompetitornya.

Anda dapat melakukan beberapa positioning berdasarkan faktor berikut:

  • Diferensiasi produk
  • Pengguna
  • Pemakaian
  • Atribut atau keuntungan 
  • Pesaing
  • Masalah
  • Asosiasi
  • Kategori.

Contoh Penerapan STP dalam Bisnis





Membaca teori STP saja belum tentu mudah dipahami sehingga Anda perlu mempelajari contoh penerapannya dalam bisnis. Anda bisa mengamati berbagai brand ternama yang sukses melakukan strategi pemasaran ini. Salah satunya brand kedai kopi Janji Jiwa.

Bagi Janji Jiwa, STP adalah strategi yang dipakai untuk membedakan bisnis mereka dari jaringan kedai kopi lokal di skala nasional. Janji Jiwa menyasar penikmat kopi dari kelas menengah dengan mengusung nuansa lokal dalam setiap menu yang ditawarkan. Penamaan menu yang ‘sangat lokal’ juga jadi daya tarik sehingga orang bisa menyebut pesanannya dengan mudah.

Melihat antusiasme pasar, Janji Jiwa menyediakan menu roti panggang atau toast yang cocok dijadikan sebagai teman minum kopi. Bahkan, terdapat menu bundle atau paket roti dan es kopi yang cocok dijadikan teman saat bekerja. Tak heran jika Janji Jiwa populer di kalangan remaja hingga dewasa muda. 

Janji Jiwa pun beberapa kali melakukan kolaborasi dengan brand terkenal melalui menu musiman atau seasonal. Sebut saja, kolaborasi Janji Jiwa dan Teh Sosro serta Janji Jiwa dan Oatside yang mampu menciptakan minuman kekinian nan dengan cita rasa unik. Jangan lupa bagaimana nikmatnya kepingan Chitato yang menyatu dengan roti panggang Janji Jiwa, memberi sensasi kriuk dalam satu gigitan.

Menyasar konsumen kelas ekonomi menengah, target Janji Jiwa adalah remaja hingga dewasa muda yang hobi nongkrong. Unique Selling Point (USP) mereka ada pada penamaan menu dengan nama lokal, menu roti panggang, dan kolaborasi apik dengan berbagai brand ternama. 

Minggu, 02 Oktober 2022

Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan strategi dasar yang membantu mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor internal dan eksternal apa saja yang mempengaruhi kesuksesan bisnis, proyek, maupun manajemen perusahaan. 

SWOT sendiri adalah singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang/kesempatan), threat (ancaman).

Tujuan dari analisis SWOT adalah untuk menilai masalah dan memanfaatkan situasi yang ada sebaik mungkin yang melekat pada bisnis kamu. Terlebih lagi, analisis SWOT berguna banget untuk menemukan berbagai hal yang harus ditingkatkan, dipertahankan, dan dihindari dengan mempertimbangkan kinerja, persaingan, risiko, potensial, dan strategi.

 

Cara Melakukan Analisis SWOT dengan Benar

Seperti yang kami bahas diatas, Anda harus mengumpulkan tim untuk melakukan analisa SWOT. Anda tidak perlu melakukan analisa sepanjang hari, satu atau dua jam sudah cukup.

Kumpulkan orang-orang dari berbagai bagian perusahaan Anda dan pastikan Anda memiliki perwakilan dari setiap bagian. Anda akan menemukan bahwa berbagai kelompok dalam perusahaan Anda  memiliki perspektif yang sama sekali berbed. Dan point ini sangat penting untuk membuat analisis SWOT Anda berhasil.

Melakukan analisis SWOT mirip dengan pertemuan mendengerkan pendapat, untuk mengetahui cara yang benar dan salah dalam menjalankan suatu hal. Disarankan untuk memminta setiap orang mencatat dan minta setiap orang diam-diam menghasilkan ide untuk memulai sesuatu. Hal ini untuk mencegah groupthink dan memastikan bahwa semua suara didengar.

Setelah melakukan brainstorming selama lima hingga 10 menit, letakkan semua catatan dan tempel di dinding jangan lupa untuk mengelompokkan ide-ide serupa. Izinkan siapa pun menambahkan catatan tambahan pada titik ini jika ide orang lain memicu pemikiran baru.

Setelah semua ide diorganisasikan, sekarang saatnya untuk menentukan peringkat ide. gunakan sistem pemungutan suara di mana setiap orang mendapat lima atau sepuluh “suara” yang dapat mereka bagikan dengan cara apa pun yang mereka suka. Membuat catatan dalam berbagai warna berguna untuk latihan ini.

Berdasarkan latihan pemungutan suara, Anda harus memiliki daftar gagasan yang dapat diprioritaskan. Tentu saja, daftar itu sebagai bahan untuk diskusi dan debat, dan seseorang di ruangan itu harus dapat membuat keputusan terakhir pada prioritas. Ini biasanya CEO, tetapi bisa didelegasikan kepada orang lain yang bertanggung jawab atas strategi bisnis.

Kelebihan (Strength)

Kelebihan atau Strength adalah poin internal dan positif dari perusahaan Anda. Ini adalah hal-hal yang berada dalam kendali Anda. Contohnya adalah

  • Proses bisnis apa yang berhasil?
  • Aset apa yang Anda miliki di tim Anda, seperti pengetahuan, pendidikan, jaringan, keterampilan, dan reputasi?
  • Aset fisik apa yang Anda miliki, seperti pelanggan, peralatan, teknologi, pendanaan, dan paten produk?
    Apa keunggulan kompetitif yang Anda miliki dibandingkan pesaing Anda?

Kelemahan (Weaknesses)

Kelemahan adalah faktor negatif yang mengurangi kekuatan Anda. Ini adalah hal-hal yang Anda mungkin perlu tingkatkan agar menjadi lebnih kompetitif.

  • Adakah hal-hal yang Anda perlukan untuk membuat bisnis menjadi lebih kompetitif?
  • Proses bisnis apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah ada aset berwujud yang dibutuhkan perusahaan Anda, seperti pendanaan atau peralatan?
  • Apakah ada celah di tim Anda?
  • Apakah jabatan Anda ideal untuk menunjang kesuksesan Anda?

Peluang (Opportunities)

Peluang adalah faktor eksternal dalam lingkungan bisnis Anda yang cenderung berkontribusi pada kesuksesan bisnis.

  • Apakah market bisnis Anda berkembang dan apakah ada tren yang akan mendorong orang untuk membeli lebih banyak dari apa yang Anda jual?
  • Adakah acara atau event yang dapat dimanfaatkan perusahaan Anda dalam menumbuhkan pengembangan bisnis?
  • Apakah ada perubahan peraturan yang akan mempengaruhi perusahaan Anda secara positif?
  • Jika bisnis Anda terus erkembang, apakah itu berarti pelanggan membutuhkan produk Anda?

Ancaman (Threats)

Ancaman adalah faktor eksternal yang tidak dapat Anda kendalikan. Anda tetap harus mempertimbangkan hal ini untuk menempatkan rencana darurat dalam menangani masalah yang terjadi.

  • Apakah Anda memiliki pesaing potensial yang dapat memasuki pasar Anda?
  • Apakah pemasok akan selalu dapat memasok bahan baku yang Anda butuhkan dengan harga yang cocok
  • Bisakah perkembangan di masa depan dalam teknologi mengubah cara Anda melakukan bisnis?
  • Apakah perilaku konsumen berubah dengan cara yang dapat berdampak negatif bagi bisnis Anda?
  • Adakah tren pasar yang bisa menjadi ancaman?

Kesimpulan

Analisis SWOT merupakan strategi dalam bisnis dengan mengumpulkan banyak informasi untuk mengetahui dan mengevaluasi apa yang harus dipertahankan, ditingkatkan, dan dihilangkan dalam bisnis kamu. Analisis SWOT mencakup elemen strength (keunggulan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threat (ancaman) yang hukumnya wajib dilakukan agar bisnis kamu bisa bertahan dengan baik.

Minggu, 25 September 2022

Analisis VRIO


Definisi Kerangka VRIO

Setiap perusahaan dibangun untuk menawarkan beberapa jenis keunggulan atau sumber daya tertentu kepada pasar sasarannya. Kerangka kerja VRIO adalah analisis internal yang membantu bisnis mengidentifikasi keunggulan dan sumber daya yang memberi mereka keunggulan kompetitif.

Kerangka kerja VRIO adalah akronim untuk berbagai ukuran kesuksesan yang terkait dengan bisnis Anda. Ini termasuk nilai, kelangkaan, peniruan, dan organisasi.

Keempat kategori ini adalah penanda untuk nilai dan sumber daya unik yang dicirikan oleh bisnis Anda dan analisis datanya membantu mengungkap apa keuntungan jangka panjang bagi organisasi Anda.

Setelah Anda memiliki pemahaman mendalam tentang nilai unik Anda dan bagaimana sumber daya Anda membantu mewujudkannya, Anda dapat mulai menyusun strategi bagaimana bisnis Anda dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif ini dan membuat rencana sukses yang berkelanjutan.

Ketika Anda memikirkan nilai unik Anda, penting untuk menekankan fakta bahwa kesuksesan berkelanjutan membutuhkan kualitas yang tidak dapat dengan mudah ditiru atau diintegrasikan oleh pesaing Anda. Mampu mempertahankan keunggulan kompetitif sangat penting untuk kesuksesan Anda, dan melakukannya membutuhkan pemahaman yang berbeda tentang mengapa Anda penting dan unik.

Kerusakan Kerangka VRIO

Kerangka VRIO adalah analisis empat cabang dari sumber daya organisasi dan ukuran keberhasilan yang berkelanjutan. Empat faktor utama yang menjadi fokusnya adalah Nilai, Kelangkaan, Imitabilitas, dan Organisasi. Semua kategori ini penting untuk dipahami saat menganalisis bisnis Anda untuk penanda kesuksesan dan merupakan inti dari kerangka kerja VRIO.

Saat menggunakan kerangka kerja VRIO, Anda akan mengidentifikasi setiap variabel ini untuk bisnis Anda atau model bisnis yang Anda analisis. Tujuan utama kerangka kerja VRIO adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen ini, dan setelah Anda melakukannya, Anda dapat melanjutkan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik untuk mengungkap lebih banyak detail tentang mereka.

Identifikasi penting dengan kerangka kerja ini karena jika Anda tidak dapat mengidentifikasi salah satu variabel ini, itu pertanda bahwa Anda harus memikirkan kembali beberapa langkah sebelumnya atau kembali dan melakukan penelitian lebih lanjut tentang keseluruhan ide yang Anda analisis. Karena itu, mari kita uraikan arti setiap variabel dalam kerangka kerja VRIO.

Nilai

Nilai berkaitan dengan kebutuhan spesifik yang mendorong produk/layanan  dan kemampuan yang Anda berikan. Beberapa pertanyaan bagus untuk ditanyakan di sini adalah:

  • Kemampuan spesifik apa yang berdayakan untuk dimanfaatkan pelanggan?
  • Sumber daya nilai apa yang berikan kepada pelanggan?

Jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan ini harus menyoroti produk/layanan organisasi Anda atau permintaan di balik kebutuhan pelanggan Anda. Saat menetapkan nilai, penting untuk tidak hanya memikirkan nilai Anda, tetapi juga mengapa pelanggan membutuhkan Anda dan mengapa mereka memilih solusi di atas pesaing.

Jika Anda tidak dapat menentukan nilai yang diberikan oleh organisasi Anda, Anda perlu memikirkan kembali nilai yang harapkan untuk diberikan dan memandu sumber daya Anda menuju tujuan tersebut.

Kelangkaan

Kelangkaan berkaitan dengan ketersediaan sumber daya manusia dan seberapa mudah diaksesnya sumber daya tersebut untuk pesaing. Beberapa pertanyaan yang mendorong untuk bagian ini mungkin:

  • Sumber daya apa yang sulit diperoleh yang Anda miliki?
  • Kemampuan unik apa yang diberikan?
  • Bagian mana dari produk/jasa yang pasokannya rendah dan permintaannya tinggi?

Kelangkaan itu penting karena, ketika dicampur dengan nilai, itu menciptakan resep sukses yang menjanjikan. Namun, mereka saling penting, karena tanpa kelangkaan, akan sulit untuk memanfaatkan nilai yang Anda miliki.

Jika Anda tidak dapat mengidentifikasi fitur langka organisasi Anda, tim Anda harus melakukan brainstorming beberapa cara baru untuk mengintegrasikan nilai Anda ke dalam pengalaman pelanggan Anda. Karena Anda memiliki sumber daya yang berharga dan umum, perlu ada elemen unik untuk menarik pelanggan.

Imitabilitas

Imitabilitas mirip dengan kelangkaan tetapi mempertanyakan kemampuan pesaing Anda untuk meniru solusi dalam model bisnis mereka sendiri. Ia bertanya:

  • Berapa biaya duplikasi untuk sumber daya/solusi organisasi Anda?
    Apakah ada hal serupa yang ada saat ini?
    Untuk membangun keunggulan kompetitif yang kuat, sangat penting mempertimbangkan kemampuan meniru sumber daya/solusi Anda. Jika Anda telah menetapkan nilai dan kelangkaan solusi Anda, tetapi tampaknya mudah diduplikasi dan pesaing Anda dapat dengan mudah memanfaatkannya, maka solusi itu hanya akan berfungsi sebagai keunggulan kompetitif yang cepat berlalu.

Jika berjuang untuk mengidentifikasi potensi peniruan produk/layanan, pikirkan cara untuk dapat mengubahnya untuk meningkatkan nilainya dan melampirkannya ke merek dagang.

Organisasi

Porsi organisasi adalah analisis internal tentang bagaimana bisnis beroperasi dan terstruktur untuk sukses. Beberapa petunjuk yang baik untuk bagian ini adalah:

  • Apakah ada alur kerja yang andal dalam bisnis Anda yang menghasilkan kesuksesan?
  • Struktur/sistem manajemen apa yang ada untuk memastikan sumber daya dan keuntungan Anda akan dimanfaatkan?

Ini adalah langkah terakhir dalam kerangka VRIO dan meminta Anda untuk mempertimbangkan faktor organisasi yang berperan dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan atas pesaing Anda.

Ini mungkin tampak sejajar dengan tujuan Anda tetapi akan menjadi sangat penting ketika Anda mulai masuk ke pasar Anda dan bersaing dengan bisnis lain. Jika Anda berjuang dengan ini, lakukan riset dan pikirkan cara Anda dapat meningkatkan efisiensi keseluruhan organisasi.

Keuntungan & Batasan Kerangka VRIO

Seperti yang telah kami jelaskan, kerangka kerja VRIO adalah alat yang sangat efektif saat menganalisis keunggulan kompetitif yang dimiliki bisnis Anda dibandingkan dengan ekosistem lainnya. Ada beberapa keunggulan lain yang menurut kami perlu mendapat sorotan juga.

  • Ini dapat membantu memprioritaskan alokasi sumber daya bisnis untuk menyoroti nilai unik Anda.
  • Ini dapat menyoroti sumber daya dan keuntungan internal yang sulit dikenali.
  • Membantu menyoroti faktor terpenting untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif dibandingkan organisasi serupa.
  • Memungkinkan Anda mengidentifikasi dan memprioritaskan keunggulan kompetitif Anda.
  • Memberikan peluang besar untuk mengadakan lokakarya virtual internal.

Meskipun kerangka kerja VRIO adalah alat yang sangat membantu bagi banyak bisnis, kerangka kerja VRIO juga terkadang terlalu sempit untuk mengakomodasi seluruh cakupan kebutuhan mereka. Berikut adalah beberapa keterbatasan kerangka VRIO.

  • Karena sifat siklus ekosistem kompetitif, nilai dan keunggulan unik Anda tidak dapat diprediksi dalam jangka panjang.
  • Hanya benar-benar dapat diakses oleh organisasi mapan. Banyak perusahaan kecil mungkin kesulitan untuk mendefinisikan banyak istilah kunci dalam kerangka VRIO.
  • Secara ketat melihat ke dalam sumber daya dan kemampuan Anda dan tidak menganalisis peluang eksternal.


Sekian Terima Kasih...

Selasa, 13 November 2012

Osi 7 Layer Dan berserta Fungsinya

Model OSI terdiri dari 7 Layer

· Application
· Presentation
· Session
· Transport
· Network
· Datalink
· Physical


Apa yang dilalkukan oleh 7 OSI layer? :

Ketika data di transfer melalui jaringan, sebelum data terseburt harus melewati ketujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer Aplikasi sampai layer physical, kemudian di sisis penerima, data tersebut melewati layer physical sampai pplication. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahjkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dilepaskan sesuai dengan layernya.

Model OSI
tujuan utaman penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 Layer, dengan karakteristtik dan fungsintya masing masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui sederetan protocol dan standar.

Fungsi masing-masing dari tiap layer pada OSI :

· Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

· Presentation
Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).

· Session
Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

· Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

· Network
Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.

· Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).

· Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


Bersumber Dari http://pocalypse.blogspot.com/2011/01/7-osi-layer.html

 

Blogger news

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.